|
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, melantik Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Surabaya, Selasa, 28 September 2010, di Graha Sawunggaling Surabaya.Dalam sambutannya, Tri Rismaharini mengatakan bahwa Kota Surabaya merupakan Kota Metropolis yang dikelilingi kabupaten/kota yang berusaha untuk maju. Untuk itu dia berharap supaya selalu berdampingan dengan kota lain dalam memajukan dan menyejahterakan para perajin di Jawa Timur pada umumnya dan Surabaya pada khususnya.
“Kerjasama tersebut bisa membantu kabupaten/kota di sekitar Surabaya untuk bersama-sama maju,” harap mantan Kepala Bappeko Surabaya ini.Selain itu, Risma juga mendorong peran Dekranasda untuk semakin meningkatkan produktivitas Kota Surabaya. Dia juga ingin supaya ketua baru Dekranasda mampu menggali potensi yang ada di Kota Surabaya, seperti kerajinan ukir-ukiran.
“Jika produk lokal bisa dikelola dengan baik, dikemas dengan baik, maka produk luar dapat bersaing dengan produk yang didatangkan dari luar negeri. Jangan sampai, yang seharusnya bisa kita produksi sendiri, tapi malah didatangkan dari luar," kata Risma.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Jawa Timur, Nina Soekarwo, mengingatkan agar Dekranasda Kota Surabaya dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan perajin di Surabaya. Juga selalu melestarikan produk lokal, dan cinta produk dalam negeri. Menurutnya, apabila pesanan produk sudah banyak cenderung kualitas produk tidak diperhatikan. “Kualitas dan penampilan yang bagus akan berdampak pada nilai penjualan dan kesejahteraan para pengrajin,” pungkas perempuan berkerudung ini.
Sejauh ini Dekranasda Surabaya telah banyak membantu perajin di Surabaya. Tahun 2009, wadah ini membantu menyediakan stan gratis di sejumlah plasa kepada puluhan perajin di kota itu. Sewa stan itu atas bantuan APBD Kota Surabaya.
"Masing-masing perajin nanti menempati stan itu selama dua bulan. Setelah itu diganti perajin lainnya. Dengan cara seperti ini, kami tidak hanya mendidik perajin untuk sekadar berorientasi menjual, tapi juga memperkenalkan produk," kata Ketua Dekranasda sebelumnya, Tjahjani Retno Wilis.(*)
|