Redaksi Buletin Lensa

Powered by JoomlaGadgets

Laporan Utama
Kawah Candradimuka KUMKM

UPT Diklat Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur adalah lembaga pemerintah di bawah Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur yang memberikan pelayanan pendidikan bagi koperasi dan usaha kecil menengah. UPT Diklat KUMKM berlokasi di Jalan Raya Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang. Lokasi ini sangat strategis karena berada di ruas Jalan Surabaya - Malang.

Sebelumnya UPT Diklat KUMKM bernama Balai Diklat Koperasi. Perubahan ini untuk menyesuaikan dengan perubahan struktur organisasi dalam rangka otonomi daerah. Perubahan struktur kelembagaan ini berdasarkan Perda No. 17 Tahun 2000 pasal 34 tentang Dinas Koperasi.

Selengkapnya...
 
Wawancara Dengan Ir Anang Mashudi, M.Sc, Kepala UPT Diklat KUMKM Prov. Jawa Timur

Sejak menjadi UPT Diklat KUMK apakah arah kegiatannya juga berubah?
Kita ini kan lembaga pendukung, artinya memback-up teman-teman bidang teknis untuk pelatihannya. Sekarang ini di Jawa Timur lagi digalakkan koperasi wanita, sehingga saya mendukung ke sana, memberikan pemberdayaan kepada teman-teman kopwan, baik itu dari sisi manajerialnya maupun dari sisi pokasional, keterampilannya. Dari sisi manejerial, karena rata-rata kopwan itu baru dibentuk, minimal kita memberi tiga jenis pelatihan. Pertama, kita beri pelatihan perkoperasian, memberikan pemahaman jati diri koperasi supaya mereka tidak salah arah, sehingga mereka bisa berkoperasi dengan baik. Kedua, kita beri pelatihan akuntansi, karena koperasi adalah organisasi modern, catat mencatat perlu dan koperasi itu demokratis. Ketiga, kita beri pelatihan kewirausahaan, karena tujuan kopwan kan untuk mengembangkan ekonomi di desa-desa di mana kopwan itu berada. Di samping untuk menekan tumbuhnya rentenir, juga untuk mengembangkan potensi ekonomi desa setempat, menumbuhkan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja. Pelatihan kewirausahaan ini perlu untuk menggali potensi lokal, meningkatkan daya saing dan mendapatkan nilai tambah. Sedangkan bagi anggotanya kita beri pelatihan operasional, keterampilan. Kita selalu koordinasi dengan teman-teman daerah (Dinas Koperasi di daerah), kita survey kebutuhan-kebutuhan pelatihan keterampilan bagi anggota kopwan.Tahun 2012 sasaran kita 2.850 orang, inkuvalen di 114 koperasi. Tahun sebelumnya jumlahnya sama. Sudah sejak tahun 2010 pelatihan ini kita lakukan, dan sampai tahun 2014. Mereka kita beri pelatihan glass painting, batik, pembuatan kue dan lain sebagainya, sehingga anggota mempunyai bekal untuk mengembangkan usahanya sesuai potensi yang ada.

Selain pelatihan kewirausahaan apakah juga dilatih soal pemasaran?

Kita harus koordinasi dengan teman-teman bidang teknis. Fokus tupoksi saya memang memberikan pelatihan. Setelah kita latih, baru teman-teman bidang teknis, misalnya Bidang Usaha atau Bidang UMKM, diberi pendampingan lebih lanjut. Saya memang tidak memprogramkan mengajak mereka pameran, karena itu bukan wilayah saya. Pelatihan kita maksimal kita ajak mereka semacam studi lapang, kita ajak mereka melihat koperasi-koperasi yang bagus, sehingga mereka menjadikan semacam brand mark.

Pelatihan kan tidak hanya di Balitkop saja, tetapi juga ke daerah.
Kalau pelatihan manajerial di sini (gedung UPT Balitkop KUMKM) karena didukung oleh sarana yang lengkap, tapi juga membantu teman-teman kabupaten/kota dengan konsep pola pelatihan terpadu. Mereka mengadakan kegiatan pelatihan, peserta direkrut mereka, kita kirim tenaga pelatihnya. Kalau yang pokasional memang tidak kita tempatkan di sini, tapi kita tempatkan di kabupaten/kota setempat. Kita juga kadang menggunakan tenaga-tenaga pelatih atau konsultan dari luar sesuai dengan bidang yang dibutuhkan, karena widayswara saya kan dari
sisi pelatihan manajerial.

Untuk pelatihan akuntansi kopwan butuh waktu berapa lama?
Kita setting 40 jpl atau jam pelajaran, kalau sehari rata-rata 8 jpl, berarti kita butuh minimal 5 hari untuk memberikan pelatihan. Ada tiga jenis pelatihan, ada SKKNI, ada perkoperasian, ada akuntansi. Kalau SKKNI itu pesertanya koperasi simpan pinjam. Sedangkan kalau perkoperasian dan akuntansi itu pesertanya koperasi wanita. Harapan kami mereka ikut uji, dengan biaya mereka sendiri. Terus terang kita tidak bisa menganggarkan untuk ujian. Kita bisa bantu proses pendaftarannya, karena di sini ada uji kompetensi.

Tadi disebutkan fasilitas di UPT Diklat KUMKM lengkap, bisa dijelaskan fasilitas apa saja itu?
Sarana empat kelas. sarana kamar, sarana olahraga juga sudah kita siapkan. Semua kita fasilitasi.Ada AC, LCD. Untuk kelas kita dengan kapasitas kelas yang optimal, yaitu 30 orang, kalau kita paksakan bisa sampai 40 orang. Tapi biasanya kita menggunakan standar 25 sampai 30 orang, supaya komunikasi antara widayswara dengan peserta itu efektif. Kalau kamar kita punya 16 kamar VIP, dalam pemahaman setiap kamar kita lengkapi AC, kamar mandi dalam dan air panas dan TV. Kemudian ada 30 kamar standar ekonomi di mana kamar mandinya di luar. Juga ada guest house dengan empat kamar besar, dilengkapi AC, TV dan dapur. Perpustakaan dan lab komputer kapasitas 30 komputer.

Berapa tenaga widayswara?
Tenaga widayswara kita ada 12 orang. Mereka mencakup pelatihan akuntansi, tenaga menajemen koperasi, kewirausaan. Ada 26 jenis diklat berkaitan dengan koperasi dan UMKM.Untuk meningkatkan kualitas layanan kita juga selalu upgrade teman-teman widayswara dengan melakukan in house training, kita juga membahas modul-modul yang dibutuhkan gerakan koperasi.Widayswara ini yang menguji LAN, jadi untuk menjadi widayswara harus mengikuti syarat dari LAN. Yang pasti umur widayswara tidak boleh lebih dari 50 tahun.

Selama 2011 berapa orang yang sudah dilatih di UPT Diklat KUMKM?
Kurang lebih 1450 orang, itu di luar pelatihan-pelatihan yang swadana. Pelatihan swadana itu yang kita kerjasama dengan kabupaten/kota hampir 18 ribuan orang yang kita diklat.

Apa ya problem yang banyak dihadapi kopwan yang baru berdiri?
Itu tergantung melihat dari sisinya. Kalau dari sisi saya, saya melihat sumber daya manusianya.Kenapa? Karena tidak semua orang yang menjadi pengolah kopwan punya latar belakang dan ahli di bidang perkoperasian. Mungkin banyak new comer. Satu-satunya jalan mereka harus kita isi, kita naikkan kapasitasnya supaya tidak salah arah dan salah urus koperasi yang dikelolanya.
Makanya kita beri tiga jenis pelatihan, yaitu masalah perkoperasiannya, masalah akuntasinya, masalah kewirausahaannya.

Apakah pengurus yang sama bisa memperoleh pelatihan lagi, misalnya semacam naik kelas gitu?
Idealnya seperti itu. Tapi kita tahu bahwa target yang kita latih cukup banyak. (*)

Ir Anang Mashudi, M.Sc, Kepala UPT Diklat KUMKM Prov. Jawa Timur

 
UPT Diklat KUMKM Berdayakan Kopwan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, terus bertekad meningkatkan kualitas koperasi wanita yang saat ini berjumlah 8.506 unit. UPT Diklat Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, salah satu lembaga di bawah Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, juga ikut ambil bagian untuk meningkatkan kualitas kopwan.Dikatakan oleh Anang Mashudi, Kepala UPT Diklat KUMKM Provins Jawa Timur, UPT Diklat KUMKM mendukung penuh program pemberdayaan kopwan. Bahkan pemberdayaan ini sudah berlangsung sejak tiga tahun lalu. “Sekarang ini di Jawa Timur lagi digalakkan koperasi wanita, sehingga saya mendukung ke sana, memberikan pemberdayaan kepada teman-teman kopwan, baik itu dari sisi manajerialnya maupun dari sisi vokasional,” kata Anang Mashudi.

Menurut Anang, dari sisi manejerial, UPT Diklat KUMKM memberi tiga jenis pelatihan.Pertama, pelatihan perkoperasian, yaitu memberikan pemahaman jati diri koperasi supaya anggota kopwan tidak salah arah, sehingga mereka bisa berkoperasi dengan baik. Kedua, UPT Diklat KUMKM memberi pelatihan akuntansi. Ketiga, UPT Diklat KUMKM memberi pelatihan kewirausahaan, karena tujuan pembentukan kopwan untuk mengembangkan ekonomi di desa-desa di mana kopwan itu berada.

Selengkapnya...