Redaksi Buletin Lensa

Powered by JoomlaGadgets

DCGI Evaluasi Koperasi Wanita
Dinas Koperasi & Usaha Mikro Kecil Menengah Jawa Timur bekerja sama dengan Democracy and Conflict Governance Institute (DCGI) Universitas Airlangga Surabaya melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap koperasi wanita (kopwan) yang terbentuk pada akhir 2009 di 38 kabupaten/kota di Jatim.

Upaya tersebut dilakukan terkait terbentuknya 3.750 kopwan di seluruh Jatim guna memberdayakan sektor usaha mikro kecil, dimana setiap kopwan diberikan modal awal Rp25 juta berasal dari dana APBD I Prov.Jatim. Guna mewakili kopwan sebanyak itu telah diundang para pengurus 30 kopwan dari 30 kabupaten/kota dan melakukan diskusi secara intens dengan pihak DCGI serta staf ahli Gubernur Jatim.

Kepala Seksi Kelembagaan Bidang Kelembagaan Koperasi Dinkop & UMKM Jatim, Ningky Pusponegoro, mengatakan berbagai aspek yang didiskusikan mencakup proses pembentukan kopwan, manajerial, kepemilikan kantor, pemilihan pengurus dan lainnya lagi.

“Rata-rata pengurus kopwan menilai bahwa bantuan modal dari Pemprov Jatim Rp25 juta/kopwan ada manfaatnya dan diorientasikan untuk kegiatan produktif, umumnya kopwan menangani usaha simpan pinjam. Sebagian lainnya menangani usaha pertokoan, makanan minuman bahkan ada yang berusaha di bidang jasa pengangkutan sampah,” tuturnya, belum lama ini.

Menurut Ningky, selain pemantauan yang melibatkan pihak ketiga (DCGI Unair), pihak Dinkop & UMKM Jatim juga telah mendampingi Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf untuk memantau langsung ke daerah-daerah.
“Saya telah mendampingi Gus Ipul (panggilan Saifullah Yusuf) ke Sidoarjo, Gresik, Lamongan, dimana jumlah anggota kopwan di Sidoarjo berkembang dari 20 orang menjadi 150 orang dan modal awal di Gresik berkembang menjadi Rp40 juta dari semula Rp25 juta,” ujarnya.

Diantara kopwan itu ada yang buka hanya tiap Kamis, sebagian lain memanfaatkan ruangan di kantor kelurahan. Namun, ada pula yang kini membangun kantor sendiri.Ningky menambahkan sesudah terbentuk 3.750 kopwan, kini diproses lagi badan hukum 4.250 kopwan yang harus rampung pada Juli mendatang. Adapun kopwan yang berkinerja bagus akan ditambah modal lagi memanfaatkan dana APBD I Prov.Jatim. (aac).